Af’alul
Khomsah : Fi’il yang lima yang terdiri dari wazan
yaf’alaani, taf’alaani, yaf’aluuna, taf’aluuna, dan taf’aliina.
Alif Tasniyah : Alif yang menunjukkan makna ganda (dua) .
Asmaul Khomsah : Isim yang lima yang terdiri dari wazan ذُوْ , فَمٌ , حَمٌ , اَخٌ ,
اَبٌ
Athaf : Tabi’ (lafazh yang mengikuti) yang antara
ia dengan matbu’nya ditengah-tengahi oleh salah satu huruf ‘athaf .
Badal : Ialah tabi’ (lafadh yang
mengikuti) yang dimaksud dengan hokum tanpa memaknai perantara antara ia dengan
matbu’nya
Badal Ba’dh min Kul : Badal sebagian dari semua .
Badal Isytimal : Ialah lafazh yang mengandung ma’na bagian
dari matbu’nya, tetapi menyangkut masalah maknawi (bukan materi) .
Badal Ghalath : Ialah Badal yang tidak mempunyai maksud yang
sama dengan matbu’nya, tetapi yang dimaksud hanyalah badal .
Badal Syai Minasyai : Ialah Badal yang cocok dan sesuai dengan
mubdal minhu-nya dalam hal makna .
Dzamir Mutakalim Wahdah : Dzamir
yang menunjukkan makna saya .
Dzaraf Makan : Ism makan yang di-nashob-kan dengan memperkirakan makna Fii.
Dzaraf Zaman : Isim zaman yang di-nashob-kan dengan memperkirakan makna Fii.
Dzaraf : Isim yang dinashobkan yang mengandung makna Fii.
Fa’il :
Adalah isim marfu’ yangterletak setelah
fi’il (kata kerja aktif/mabni li ma’lum) dan menunjukkan sebagai pelaku
pekerjaan.
Fa’il Isim Zhahir : Lafadz
Faíl yang menunjukkan kepada yang disebutkan tanpa ikatan
Fa’il Isim Zhamir : Lafadz
Faíl yang menunjukkan kepada yang menunjukkan kepada pembicara
(mutakallilm) atau yang diajak bicara (mukhatab) atu ghaib
Fi’il : Kalimah (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan disertai dengan
pengertian zaman .
Fi’il Amar : Ialah kata kerja untuk orang ke-2 laki-laki atau orang ke-2
perempuan.
Fi’il Lazim : Kata kerja yang tidak membutuhkan objek.
Fi’il Mabni Lil Ma’lum : Kata kerja yang disebutkan pelakunya atau
kata kerja aktif .
Fi’il Mabni Lil Ma’lum : Kata kerja yang tidak disebutkan pelakunya
atau kata kerja pasif
Fi’il Madhi : Ialah kata kerja yang menunjukkan makna lampau, fi’il madhi paling
sedikit terdiri dari tiga huruf dan paling banyak terdiri dari enam huruf.
Fi’il Madhi Tsulasi : Fi’il madhi yang terdiri dari tiga huruf.
Fi’il Madhi Ruba’i : Fi’il madhi yang terdiri dari empat huruf.
Fi’il Madhi Khumasi : Fi’il madhi yang terdiri dari lima huruf.
Fi’il Madhi Sudasi : Fi’il madhi yang terdiri dari enam huruf.
Fi’il
Mudhori’ :
Kata kerja yang menunjukkan
makna sekarang dan yang akan datang.
Fi’il Mu’tal : Kata kerja yang diantara huruf aslinya
terdapat huruf illat.
Fi’il Muta’adi : Kata kerja yang membutuhkan objek .
Fi’il Shohih : Kata kerja yang huruf aslinya terlepas dari
tiga huruf illat.
Hal : Ism sifat yang memberikan keterangan keadaan yang samar .
Huruf : ialah kata yang tidak mempunyai arti sempurna
kecuali jika dihubungkan /digabungkan dengan kata lain, sehingga huruf ini
berfungsi sebagai penghubung atau mediator antara kata benda dengan kata kerja
atau juga antar sesame kata benda atau bahkan sesame kata kerja.
Huruf Jawazim
: Ialah huruf yang men-sukun-kan (menjazmkan) huruf sesudahnya.
Huruf Khofad : Ialah huruf yang meng-kasroh-kan (mengejarkan) huruf sesudahnya.
Huruf Mudhoroah : Huruf yang menyertai fi’il mudhori’.
Huruf
Nawashib : Ialah huruf yang meng-fatkhah-kan (menashobkan) huruf
sesudahnya.
Huruf Qosam : Huruf untuk sumpah :و, ب , ت .
I’rab : Perubahan akhir kalimat
yang disebabkan oleh perbedaan amil yang
memasukinya, baik secara lafazh maupun perkiraan .
I’rab Jazm : I’rab yang mempunyai tanda umum berupa sukun, selain juga
tanda-tanda yang lainnya .
I’rab Khofadh
: I’rab yang mempunyai tanda umum berupa kasrah, selain juga
tanda-tanda yang lainnya .
I’rab Nashob : I’rab yang mempunyai tanda umum berupa fatkah, selain juga
tanda-tanda yang lainnya .
I’rab Rofa’ : I’rab yang mempunyai tanda umum berupa dhammah, selain juga
tanda-tanda yang lainnya .
Isim : Kalimah (kata) yang menunjukkan makna mandiri dan tidak disertai
dengan pengertian zaman .
Isim ‘Alam : Nama benda ataupun sesuatu yang ada.
Isim Dzaanna : Ialah Mubtada’ yang menerima perlakuan dari dzanna dan saudara-saudaranya. Harus Manshub.
Isim Dzahir : Isim yang tampak.
Isim Ghoiru Munshorif : Ialah Isim yang tidak bias menerima tanwin.
Isim Inna : Ialah Mubtada’ yang menerima perlakuan dari Inna dan saudara-saudaranya. Harus Manshub.
Isim Istifham : Ialah kata yang berfungsi sebagai kata Tanya.
Isim Isyarah : Ialah kata yang diletakkan sebagai penunjuk.
Isim Jama’ : Kata benda yang menunjukkan lebih dari dua atau banyak baik mudzakar maupun muanast.
Isim Kaana : Ialah mubtada yang menerima perlakuan dari kaana dan
saudara-saudaranya. Harus Marfu’.
Isim Ma’rifat : Ialah isim yang telah menunjukkan pada suatu benda tertentu.
Isim Mabni : Kata benda yang tidak mengalami perubahan harakat akhirnya
meskipun berubah posisi dan jabatannya dalam kalimat.
Isim Maushul : Ialah kata sambung yang mengandung arti “Yang”.
Isim Mu’rab : Kata benda yang berubah-ubah harokat akhirnya sesuai dengan
kedudukannya dalam kalimat.
Isim Mufrad : Kata benda yang menunjukkan tunggal baik mudzakar maupun muanast.
Isim Mufrad
Munshorif : Ialah isim yang menunjukkan makna tunggal dan bias menerima
tanwin.
Isim Nakirah : Ialah setiap isim yang jenisnya bersifat umum yang tidak
menentukan suatu perkara dan lainnya.
Ism Dhamir : Kata benda yang tersembunyi atau kata ganti untuk orang pertama,
kedua, atupun ketiga.
Ism Dhamir Munfashil : Ialah dzamir yang dapat diucapkan dengan
sendirinya dan selalu tersambung dengan kalimat lainnya.
Ism Dhamir Mushtatir : Ialah dzamir yang tersambung dengan kata kerjanya, tetapi tidak
tampak dalam penulisan.
Ism Dhamir Muttashil : Ialah dzamir yang dapat diucapkan dengan sendirinya tanpa
tersambung dengan kalimat lainnya.
Ism Tasniyyah : Kata benda yang menunjukkan ganda (dua) baik
muanast ataupun mudzakar.
Istisna’ : Ialah isim yang terletak sesudah illa atau salah satu
saudara-saudaranya.
Jama’ Muanas
Salim : Merupakan jama’ yang bentuknya teratur dan menunjukkan jenis
perempuan (muannast).
Jama’
Mudzakar Salim : Merupakan jama’ yang bentuknya teratur dan menunjukkan jenis
laki-laki (mudzakar).
Jama’ Taksir : Merupakan jama’ yang bentuknya tidak beraturan dan banyak terjadi
perubahan dari bentuk mufradnya, sehingga pola-polanya harus dihafalkan.
Jama’ Taksir
Munshorif : Isim yang menunjukkan makna jamak yang tidak beraturan dan bisa menerima
tanwin.
Jumlah Ismiyah : Kalimat yang diawali dengan isim.
Jumlah Fi’liyah : Kalimat yang diawali dengan Fi’il.
Jumlah Dzarfiyah : Kalimat yang diawali dengan Dzaraf atau Huruf
Jar.
Kalam : Susunan suara yang mengandung sebagian huruf hijaiyyah yang
sengaja diberikan oleh orang lain untuk memberikan kefahaman terhadap orang
yang dituju .
Kalam Manfi : Kalam yang disisipi naïf, nahi, ataupun istifham.
Kalam Mujab : Kalam yang tidak disisipi naïf, nahi, ataupun istifham.
Kalam Naqis : Kalam yang tidak disebutkan mustatsna minhu-nya.
Kalam Tam : Kalam yang disebutkan mustatsna dan mustatsna
minhu-nya.
Khobar : Ialah Isim Marfu’ sebagai penyempurna makna mubtada’.
Khobar Dzaanna : Khobar yang menerima
perlakuan dari Dzanna dan saudara-saudaranya . Harus Manshub’.
Khobar Inna : Khobar yang menerima
perlakuan dari Inna dan saudara-saudaranya . Harus Marfu’.
Khobar Kaana : Khobar yang menerima perlakuan dari kaana dan saudara-saudaranya.
Harus Manshub.
Khobar Mufrad : Ialah Khabar yang bukan berupa jumlah
(kalimat) dan bukan pula menyerupai jumlah .
Khobar Mufrad : Ialah Khabar yang terdiri dari jumlah seperti
jumlah ismiyyah maupun jumlah fi’liyyah.
Lafadh : Ucapan yang mengandung sebagian huruf hijaiyyah .
Ma’tuf : Isim yang jatuh setelah huruf ‘Athof .
Ma’tuf Alaih : Isim yang jatuh sebelum huruf ‘Athof .
Maf’ul Bih : Isim manshub yang merupakan obyek yang dikenai pekerjaan pelaku
(Fa’il)
Maf’ul Li
Ajlih : Isim manshub yang dinyatakan sebagai penjelasan bagi penyebab
terjadinya fi’il (perbuatan) .
Maf’ul Ma’ah : Isim manshub yang dinyatakan untuk menjelaskan dzat yang menyertai
perbuatan pelakunya .
Man’ut : Yang disifati .
Masdar : Kata kerja yang dibendakan sehingga ia masuk kedalam golongan kata
benda . Masdar ialah isim manshub yang dalam tasrifh-an fi’il jatuh pada urutan
ketiga .
Mu’tal Akhir : Fi’il yang huruf akhirnya berupa huruf illat .
Muakad : Sesuatu yang diikuti oleh Taukid.
Muanast : Kata benda yang menunjukkan perempuan, baik
manusia, binatang, maupun benda-benda mati.
Mubasyarah : Huruf Laa dengan Isim yang tidak dipisahkan.
Mubdal : Sesuatu yang menjadi panutan badal.
Mubtada’ : Ialah isim marfu’ yang berada di awal kalimat (Jumlah ismiyyah)
.
Mudzakar : Kata benda yang menunjukkan laki-laki, baik
manusia, binatang, maupun benda-benda mati.
Mufid : Memberikan kefahaman terhadap Mutakalim.
Mufrad ‘Alam : Mufrad yang menunjukkan
nama .
Mukaroroh : Terulang .
Munada’ : Sesuatu yang dijadikan seruan .
Munfashil : Terpisah .
Murakab : Ucapan yang tersusun atas dua kalimah atau lebih .
Mustasna’ : Isim yang jatuh setelah
huruf Istisna’ .
Mustasna’ Minhu : Isim yang jatuh sebelum huruf Istisna’ .
Muttashil : Tersambung dengan
Na’at : Ialah sifat yang mengikuti kepada lafadz yang
diikutinya, baik dalam hal rafa’, nashab, khafadh, ma’rifat, maupun nakirahnya
.
Naibul Fa’il : Ialah isim marfu’ yang tidak disebutkan
fa’il-nya. Apabila fi’il-nya fi’il madhi, maka dhammah-kanlah huruf awalnya dan
huruf sebelum akhirnya di-kasrah-kan. Dan apabila fi’il-nya fi’il mudhari’ maka
dhammah-kanlah huruf awalnya dan huruf sebelum akhirnya di fatkhah-kan.
Nakirah Ghairu Maqsudah : Nakirah yang tidak
ditentukan maksudnya .
Nakirah Maqsudah : Nakirah yang ditentukan
maksudnya.
Shohibul Hal : Isim ma’rifat yang dijelaskan perbuatannya oleh Hal .
Tamyiz : Ialah Isim Manshub yang berfungsi menjelaskan dzat yang samar .
Taukid : Tabi’ (lafazh yang mengikuti) yang berfungsi untuk melenyapkan
anggapan lain yang berkaitan dengan lafazh yang di taukid-kan .
Wad’i : Menyengaja menjadikan lafazh agar menunjukkan suatu makna
(pengertian) .
Ya’ Muanas : Ya’ yang menunjukkan makna perempuan .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar